Guru TER-BAIK MENURUT VERSI ANDA GELOMBANG PERTAMA
Daftar Isi :
Info DBS
New Info :
Kumpulan Matematika Global
- Matematika Estra
- Vektor 1
- Vektor 2
- Vektor 3
- Vektor 4
- Trigonometri dan Vektor 1
- Trigonometri dan Vektor 2
- Trigonometri dan Vektor 3
- Sinus Dan Cosinus
- Pertidaksamaan
- Himpunan
- Logika 1
- Logika 2
- PK & SPL 1
- PK & SPL 2
- PK & SPL 3
- Persamaan Kuadrat 1
- Persamaan Kuadrat 2
- Matrik 1
- Matrik 2
- Matrik 3
- Matrik 4
- Matrik 5
- Kumpulan Soal-soal matematika Kelas XII
- Bentuk Akar, Trigonometri dan Matrik
- Soal Matematika SMA
- Eksponen X
- Persamaan Kuadrat X
- Vektor 1
- Vektor 2
- Vektor 3
- Vektor 4
- Trigonometri dan Vektor 1
- Trigonometri dan Vektor 2
- Trigonometri dan Vektor 3
- Sinus Dan Cosinus
- Pertidaksamaan
- Himpunan
- Logika 1
- Logika 2
- PK & SPL 1
- PK & SPL 2
- PK & SPL 3
- Persamaan Kuadrat 1
- Persamaan Kuadrat 2
- Matrik 1
- Matrik 2
- Matrik 3
- Matrik 4
- Matrik 5
- Kumpulan Soal-soal matematika Kelas XII
- Bentuk Akar, Trigonometri dan Matrik
Download Soal-soal SMAN 1 Curup
Gudang info Pendidikan
- DBS
- Forum komunikasi matematika jawa tengah
- SMAN 1 Purwareja-Klampok
- Universitas Terbuka
- Info sekitar artis indo
- Permen 77 Tahun 2008
- Pos UN 2008/2009
- Data B K N
- Dunia Guru
- Diknas Prof Bengkulu
- Buat Anti Virus Di Flas disk
- Uji Pengetahuan kamu
- Buku Pelajaran
- E-Dukasi
- Diknas
- U N P T K
- Dinas Pendidikan
- Dinas Pend. Kab. Hulu Tengah
- Kota Rejang Lebong
- Harian Rakyat Bengkulu
Program
- Telkomspeedy
- Indo TV
- Mega Upload
- download program
- download program new
- animasi text
- Animasi cantik
- Animasi Blog
- Buat form blog
- Dunia Hobi
- Calculator Modern
- Kicau 2
- Kicau
- anti virus terbaru PC
- Translation
- Win Rar, EXE
- Program Download Youtube
- Upload Gambar Animasi
- Pernak_pernik blog
- reset printer canon
- Tips-trik-blog
- Trik-tips Membuat blog
- Convert pdf to word online
- mengambil YouTube
- youtube
- Googel
- Nonton TV
- Scribd
- logo
- SnapDrive
- Ziddu
- Rapidshare
- Docstoc
- Halo Scan
- catter show
- youtube
- buat form blog
Resep Makanan Daerah
INfo DBS
DBS2418772 / DBS2256821 /DBS2256814/DBS2418769
Password : ALAMKUDUNIAKU
New leader
DBS590552 Password : SUKSES
DBS2256805 Password : SUKSES
DBS2402488 Password:IRMAYANTI
SC3
Galang Dana untuk Korban Tsunami Mentawai
Jutaan Rupiah Yang di peroleh ari sumbangan masyarakat tejangb lebong
Hari Pertama Aksi Memperoleh Kurang Lebih Rp.10.000.000,-
Hari Kedua Aksi Memperoleh Kurang lebih Rp. 8.000.000,-
Moving Kelas
- Strategi Pelaksanaan Moving Class dalam SKM
- Guru memiliki ruang mengajar sendiri yang memungkinkan untuk melakukan penataan sesuai karakteristik mata pelajaran
- Guru memungkinkan untuk mengoptimalkan sumber-sumber belajar dan media pembelajaran yang dimiliki karena penggunaannya tidak terikat oleh keterbatasan sirkulasi dan troubeling.
- Guru berperan secara aktif dalam mengontrol prilaku peserta didik dalam belajar.
- Pembelajaran dengan Team Teaching mudah dilakukan karena guru-guru dalam mata pelajaran yang sama terkumpul dalam satu tempat sehingga memudahkan dalam koordinasi.
- Penilaian terhadap hasil belajar peserta didik lebih obyektif dan optimal karena penilainnya dilakukan secara TIM sehingga dapat mengurangi inkonsistensi dalam penilaian terhadap mata pelajaran tertentu
Penanggung Jawab Akademik
Penanggung jawab akademik secara umum memiliki peran sebagai wali kelas, disamping itu memiliki tugas dan kewajiban khusus:
- Membuat rekap terhadap kejadian-kejadian khusus terhadap peserta didik yang menjadi tanggungjawabnya yang diserahkan kepada guru pembimbing
- Memberi bimbingan terhadap peserta didik yang membutuhkan penanganan khusus dibidang akademik dalam rangka meningkatkan hasil belajarnya
- Membantu peserta didik dalam menentukan beban belajar yang akan diambil (dalam sistem SKS)
- Membuat rekap terhadap tingkat kehadiran peserta didik, mengumpulkan nilai hasil belajar peserta didik yang diserahkan kepada TIM TIK dalam rangka pengolahan laporan hasil belajar peserta didik (LHBPD).
2. TIM Pengembang TIK
TIM Pengembang TIK secara umum berkewajiban melakukan perawatan dan pengembangan prasarana TIK yang berkaitan dengan administrasi dan Pembelajaran. Secara khusus TIM TIK memiliki tugas:
- Melakukan pengolahan nilai, baik untuk nilai midsemester maupun nilai semester yang telah diserahkan oleh Penanggung Jawab Akademik
- Membuat Laporan hasil penilaian sesuai format yang berlaku
- Membuat hasil analisa beban studi peserta didik berdasarkan data yang telah diserahkan oleh Penanggung Jawab Akademik
- Membuat hasil analisa penjurusan peserta didik berdasarkan data yang telah diserahkan oleh Penanggung Jawab Akademik
- Membuat hasil rekap mengenai kehadiran peserta didik, kehadiran guru berdasarkan data yang diserahkan oleh Penanggungjawab Akademik dan hasil input data Sistem Informasi Manajemen Absensi Guru dan Karyawan
3. TIM Pengelola Moving Class
TIM Pengelola moving class secara akademik dibawah Wakasek Urusan Kurikulum/Wakil Bidang Akademik yang secara umum menjalankan kewajiban dan tugasnya sesuai beban yang diberikan. TIM ini dapat dibentuk secara khusus dibawah Wakil Bidang Kurikulum yang secara Khusus memiliki tanggungjawab untuk:
- Mengelola Jadwal dan Perencanaan moving class
- Mengkoordinasi Penanggung Jawab Akademik dalam pelaksanaan administrasi dan bimbingan terhadap peserta didik
- Menyiapkan format-format yang diperlukan untuk pengelolaan administrasi pembelajaran dan Pelaksanaan Pembelajaran
- Menyusun peraturan dalam pelaksanaan kegiatan PBM, remedial dan Pengayaan, piket guru dan Penetapan Peraturan Akademiknya
Strategi Pengelolaan Moving Class
1. Pengelolaan Perpindahan Peserta didik
- Peserta didik berpindah ruang belajar sesuai mata pelajaran yang diikuti berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan
- Waktu perpindahan antar kelas adalah 5 menit.
- Peserta didik diberi kebebasan untuk menentukan tempat duduknya sendiri
- Peserta didik perlu ditegaskan peraturan tentang penggunaan ruang dan tata tertib dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran serta konsekuen-sinya
- Bel tanda perpindahan suatu kegiatan pembelajaran dibunyikan pada saat pelajaran kurang 5 menit.
- Sebelum tersedia loker, peserta didik diperkenankan membawa tas masuk dalam ruang belajar. Kegiatan pembelajaran di Laboratorium dibuat peraturan tersendiri hasil kesepakatan guru dengan laboran
- Peserta didik diberi toleransi keterlambatan 10 menit, diluar waktu tersebut peserta didik tidak diperkenankan masuk kelas sebelum melapor kepada guru piket atau Penanggung Jawab Akademik
- Keterlambatan berturut-turut lebih dari 3 (tiga) kali diadakan tindakan pembinaan yang dilakukan Penanggung Jawab akademik bersama dengan Guru Pembimbing.
2. Pengelolaan ruang belajar-Mengajar
- Guru diperkenankan untuk mengatur ruang belajar sesuai karakteristik mata pelajarannya
- Ruang belajar setidak-tidaknya memiliki sarana dan media pembelajaran yang sesuai, Jadwal Mengajar Guru, Tata Tertib Peserta didik dan Daftar Inventaris yang ditempel di dinding.
- Ruang belajar dapat dilengkapi dengan perpustakaan referensi dan sarana lainnya yang mendukung proses Pembelajaran
- Tiap rumpun Mata pelajaran telah disediakan prasarana multimedia. Penggunaan prasarana diatur oleh Penanggung Jawab Rumpun Mata Pelajaran
- Guru bertanggungjawab terhadap ruang belajar yang ditempatinya. Dengan demikian setiap guru memiliki kunci untuk ruang masing-masing.
3. Pengelolaan Pembelajaran
- Pembelajaran dilaksanakan secara TIM (Team Teaching) yang minmal terdiri dari 2 orang guru, dimana 1 orang guru sebagai guru utama dan yang lain sebagai kolaboran/asisten
- Dalam TIM Teaching, ada 1 guru yang bertanggung jawab untuk tingkat kelas yang berbeda. Misal : Guru penanggungjawab kelas X, Guru Penanggungjawab kelas XI dan Guru Penanggungjawab kelas XII.
- Apabila ada seorang guru tidak dapat mengajar karena suatu hal atau sedang melaksanakan tugas dan kegiatan kedinasan lain yang berkaitan dengan Peningkatan mutu, dapat digantikan dengan kolaboran dan kepada yang bersangkutan mengganti hari-hari tidak mengajar kepada kolaboran sebagai guru utama . Misalnya Seorang guru utama kelas X mempunyai kolaboran guru utama kelas XI, apabila guru utama kelas X tidak mengajar 6 jam maka yang bersangkutan berkewajiban mengganti sebagai guru utama kelas XI sebanyak 6 jam pelajaran.
4. Pengelolaan Administrasi Guru dan Peserta didik
- Guru berkewajiban mengisi daftar hadir peserta didik dan guru
- Guru membuat catatan-catan tentang kejadian-kejadian di kelas brerdasarkan format yang telah disediakan
- Guru mengisi laporan kemajuan belajar peserta didik, absensi peserta didik, keterlambatan peserta didik dan membuat rekapan sesuai format yang disediakan
- Guru membuat laporan terhadap hal-hal khusus yang memerlukan penanganan kepada Penanggung Jawab Akademik
- Guru membuat Jadwal topik/materi yang diajarkan kepada peserta didik yang ditempel di ruang belajar
5. Pengelolaan Remedial dan Pengayaan
- Remedial dan Pengayaan dilaksanakan diluar jam kegiatan Tatap Mu-ka dan Praktik.
- Remedial dan Pengayaan dilaksanakan secara TIM Teaching, dimana kolaboran dapat menjadi guru utama pada materi tertentu
- Kegiatan Remedial dan Pengayaan dapat menggunakan waktu dalam kegiatan Pembelajaran Tugas Terstruktur (25 menit) maupun Tak terstruktur ( 25 menit ) .
- Remedial dan Pengayaan dilaksanakan dalam waktu berbeda maupun secara bersamaan jika memungkinkan, misal : Guru utama memberi pengayaan, sedangkan kolaboran memberi remedial.
- Remedial dan Pengayaan dilaksanakan secara berkelanjutan berdasarkan hasil analisis postest , ulangan harian dan ulangan mid semester.
6. Pengelolaan Penilaian
- Penilaian dilakukan untuk mengukur proses dan produk hasil pembelajaran
- Penilaian Proses dilakukan setiap saat untuk menilai kemajuan belajar peserta didik, sedangkan penilaian produk/hasil belajar dilakukan melalui ulangan harian, mid semester maupun ulangan semester.
- Penilaian meliputi Kognitif, Praktik dan Sikap yang disesuaikan dengan peraturan yang telah ditetapkan serta mengacu pada karakteristik mata pelajaran
- Hasil penilaian dimasukkan sesuai dengan format yang telah disediakan dalam bentuk file exel yang kemudian diserahkan kepada Penanggung Jawab Akademik
- Untuk memudahkan Pengelolaan hasil penilaian maka hasil-hasil penilaian harian yang telah dilaksanakan segera diserahkan kepada Penaggung Jawab Akademik agar dapat dimasukkan kedalam Pengelolaan SIM Sekolah oleh TIM TIK
- Tidak diadakan Remedial untuk ujian/ulangan semester. Remedial dilakukan sesuai dengan ketentuan pengelolaan Remedial dan Pengayaan.
- Guru mata pelajaran bertanggungjawab dan memiliki kewenangan penuh terhadap hasil penilaian terhadap mata pelajaran yang diampunya. Segala perubahan terhadap hasil penilaian hanya dapat dilakukan oleh guru yang bersangkutan.
SALAM LESTARI
-lagi Sparta Jarpala Haking Club (SJHC) memboyong Piala umum baru -
baru ini dalam kejuaraan Lomba Pencinta Alam SMA Negeri 4 Bengkulu Pada Tanggal 7-8 Bulan Maret tahun 2008. dari bermacam cabang lomba yaitu. Juara I Lomba Drama Alam, Juara I Lomba Poto Alam, Juara III Lomba Cipta Puisi Alam dan Juara Harapan 2 Lomba Lintas Alam Serta Juara I Umum PALASPA. SJHC tahun 2008/2009 di ketua oleh Selendra Angkatan 18 SJHC. Ini berarti SJHC Masih mampu bersaing dilapangan muda - mudahan kami Anggota SJHC dapat Memberikan yangterbai buat SMANSA yang kami cintai...
Tambahan Ilmu Dunia
1 dibagi 0 = tidak terhingga
Apa Itu Harta karun
SMA N 1 Tempo dulu
Sosok yang terlupakan
Dulu aku menjadi seseorang yang memiliki tempat yang paling mulia, Jasaku tak satupun mahluk ciptaan tuhan dapat membalasnya, namun setiap orang selalu mengatakan hanya Tuhanlah yang dapat membalasnya. perkerjaanku bukanlah pekerjaan yang berat jika dilakukan dengan penuh keiklasan. Dari pagi, siang, dan malam kuhabiskan waktuku hanya untuk memikirkan orang lain hingga ia dapat berdiri dengan kedua kakinya. Namun tidak jarang dengan kakinya pun ia menginjak bahuku dan kebebasanku. Kadang aku betanya pada penguasa, "Apakah ini balasan untuku". Dulu setiap mahluk Mu selalu mengakui diriku yang membentuk dirinya menjadi seseorang yang hebat. apakah kamu tau kau terbuat dari apa? Dahulu Kau lebih keras dari batu, Lebih rapuh dari pada kayu lebih panas dari pada api, lebih mahal dari pada intan berlian pokoknya kau lebih dari apapun dimata orang tuamu, Sehingga kau tempahkan kepadaku untuk di jadikan orang yang tegar melebihi batukarang, orang yang terindah melebihi ukiran jepara, orang yang mahal melebihi tumpukan emas dan berlian. Dan sekarang kau menjadi penguasa. Siapa Sebenarnya diriku ?
CERPEN
puan. Seperti uap, kadang baunya menyengat dan memusingkan orang-orang yang berada di sekitarnya. Bahkan membuat mual si pemilik tubuh.
Kutukan itu menempel erat, tak ada sepotong makhluk pun bisa mengupasnya. Semua itu harus dijalani seorang perempuan. Dengan tubuhnya yang indah dan bertaburan aroma sering mengundang keringat lelaki meleleh.
Perempuan harus punya cinta , harus jatuh cinta, dan harus mahir bercinta!
Konon, tanpa rasa cinta seluruh makhluk di bumi ini tidak ada. Katanya cinta juga bisa membuat pralaya, grubug, kiamat!
Apakah pohon tumbuh juga karena cinta? Aku tumbuh karena cinta? Cinta dari siapa? Apakah aku memiliki orang-orang yang mencintai aku? Atau, punyakah aku cinta? Bolehkah kita hidup tanpa cinta? Bisakah kita tumbuh tanpa cinta? Besarkah kita? Hidupkah?
Lalu kenapa harus ada perceraian, perpisahan? Di mana cinta bersembunyi saat itu? Apa itu bagian dari cinta dengan wujudnya yang berbeda?
Aku tidak percaya cinta itu ada. Sejak adikku berkata:
"Kita ini anak siapa? Kenapa orang yang mengaku orang tua kita sibuk dengan anak-anak mereka. Lalu pada siapa kita harus mengadu? Bermanja-manja. Minta tolong. Kita ini anak siapa? Apakah kelahiran kita diinginkan? Kenapa sejak kecil kita harus mencoba mengerti tentang mereka? Kapan mereka mau mendengarkan kita, memperlakukan kita sama seperti anak-anak baru mereka? Berpikir tentang kita? Khawatir sesuatu yang membahayakan mengancam kita? Punyakah mereka cinta, harapan, dan cerita ketika membuat kita?"
Aku tidak bisa menjawabnya. Pemikiran itu justru tidak pernah ada di otakku sampai adikku berkata seperti itu. Iya, punyakah manusia-manusia yang membuat kami ada sepotong cinta? Mungkin secuil. Sampai buntu otakku, tidak ada jawabannya.
Tapi aku senang dengan pertanyaan adikku itu. Aku mulai mencari hakikat cinta yang membuat aku ada. Melalui sebuah pohon beringin besar yang tumbuh di kuburan.
Dia begitu ramah. Kukuh dan kuat. Setiap memandangnya kutemukan figur bapak. Sulur-sulur yang memenuhi tubuhnya sering kulihat seperti tangan lelaki yang ingin mendekapku. Kadang keteduhan daunnya yang hijau dan beraroma cinta seperti potret seorang ibu yang menimang anaknya. Menciumi tubuhnya yang lembab. Kutemukan kedamaian dan kasih sayang. Kutemukan wajah bapak dan ibuku yang hilang.
Aku mengagumi pohon beringin besar yang tumbuh dekat Pura Dalem di tikungan gang. Aku sering lewat di jalan itu menuju kantor. Kulewati jalan itu hampir lima tahunan. Tapi aku tidak pernah melihat pohon itu, sampai sebuah peristiwa menimpaku.
Aku hampir ditabrak dokar. Pohon itulah yang menolongku sehingga aku tidak masuk lubang besar. Tangannya yang kukuh merangkul tubuhku yang kurus. Aku pun berayun tidak jadi masuk got. Kami tertawa dan melempar senyum.
Aku selalu mengagumi pohon itu. Terlihat kekar, dengan urat-urat keras dan kaku. Bagiku, dia satu-satunya makhluk hidup yang paling menggairahkan dibanding makhluk hidup yang lain. Dia sangat seksi mengalahkan ratusan lelaki yang pernah kukenal dalam hidupku.
Kau tahu pohon beringin?
Kuceritakan padamu tentang aku dulu, sebelum kau mengenal pohon beringinku. (saat ini kehadiran dia seperti seorang kekasih bagiku. Diam-diam, aku sering melumatnya di dalam otakku. Menggenggam bayangnya untuk menidurkan tubuhku). Begini ceritanya, diamlah. Aku akan memulai cerita ini.
Aku seorang perempuan, tubuhku kurus. Tulang-tulangku terbuat dari lidi enau, terlalu kecil untuk kriteria seksi. Tapi aku menyukai bentuk tulangku yang kecil, terlihat lucu.
Rapi dan cantik. Mirip susunan gamelan. Tubuhku juga tidak gampang menggelembung seperti balon. Sering juga aku terobsesi ingin gendut, kesannya seksi memiliki tubuh sintal. Kuambil pompa kumasukkan ke mulutku, aku ingin sekali melihat tubuhku gendut. Seperti apa tampangku kalau gendut? Seperti drum minyak tanah? Atau seperti ibu-ibu gendut yang kerjanya menonton tv sambil mengunyah camilan. Pipinya tumbuh seperti bakpao.
Jari-jariku tangkai bunga rumput. Rambutku buih ombak. Tubuhku belalang hijau yang sering menggerogoti dan membunuh daun-daun muda. Otakku ditumbuhi beratus jenis akar. Bukan urat kupikir, karena setiap akar dalam otakku, selalu memiliki cerita sendiri, satu dengan yang lain berbeda. Kau pasti tidak percaya. Kadang, akar-akar dalam otakku juga berbicara sendiri. Yang sering membuatku jengkel, akar dalam otakku sering memiliki keinginan sendiri. Sering sekali dia bertindak semaunya.
Sialnya, dia juga bisa memaksaku! Untuk melakukan suatu hal yang dia inginkan. Kau bisa bayangkan akar-akar otakku? Dia itu makhluk paling egois, yang selalu meremas setiap impianku, dan menggelindingkan mimpinya sendiri untuk kuteguk. Main paksa!Pernah aku datang ke praktek dokter terkenal. Kata orang-orang, dia adalah dokter terbaik di pulauku, tamatan sekolah terbaik di Jerman. Orangnya lucu, tampangnya tidak menunjukkan dia seorang intelektual (seperti teman-teman yang sering kutemui), dia terlihat seperti lelaki minder, tapi aku yakin otaknya pasti ditumbuhi akar.
Ketika dia melihatku, aku merasa langsung sembuh. Matanya saja mampu mengobati penyakitku. Aku tak bicara, dia langsung memegang kepalaku. Dia benar-benar mengerti maksudku, aku direbahkan di kasur putih, sebuah alat yang kupikir mangkuk, menyekap kepalaku. Sebuah sinar, mengupas tubuh dan tulangku. Juga otakku rasanya seperti dikelupas. Sinar itu juga hampir membunuh mataku. "Sudah. Anda bisa duduk kembali."Dia hanya manggut-manggut, menulis sesuatu di kertas, lalu menyuruhku antre di apotek.
Aku tak pernah menebus obat yang diberikannya, karena matanya mampu membuatku lebih segar. Bagiku itu sudah cukup. Sejak bertemu dengan dokter itu, aku merasa lebih fit. Aku punya teman yang mengerti bahwa kepalaku tidak dipenuhi urat tapi akar!
***
Sekarang aku ada di jalan. Motorku tiba-tiba saja mati di sebuah tikungan yang sangat tajam, aku merasa ada beratus-ratus mata menatapku. Aku mendengus. Menantang tatapan mata itu. Gila! Mata itu berasal dari sebuah pohon beringin besar, sangat besar! Daunnya membungkus batangnya. Kakiku, kakiku, kaku! Benar-benar kaku. Aku mendekat, tubuh pohon beringin itu memiliki aroma khas, daging manusia terbakar! Aku menarik napas, wanginya benar-benar luar biasa, merasuk, dan melubangi pori-pori tulangku. Aku menyukai bau itu, begitu khas, dan membuatku bergairah.
Sejak bertemu dengan pohon beringin itu, aku melupakan dokterku. Yang ada di kepalaku hanya tubuh pohon itu, daunnya rimbun, dan hijau, dia tampak begitu seksi dan menakjubkan. Akar-akarnya begitu liar ketika menyentuh tubuh tanah. Aku sering bergidik, ketika mereka mulai bermesraan. Kadang beringin besar itu meneteskan cairan yang berbau anyir. Aku senang memandang kemesraan tanah, dan pohon beringin itu. Yang membuatku takjub lagi, tanah itu mengandung bangkai manusia. Itulah pohon beringin itu, orang-orang sering datang mengambil daunnya untuk upacara. Musik di tabuh, bunga di sebar. Setiap orang-orang datang pohon beringin itu tersenyum, sambil merontokkan beberapa daunnya. Dia senang mendengar gamelan, kadang matanya sering nakal ketika melihat perempuan-perempuan cantik berkain dan berkebaya ketat bersandar di tubuhnya.
Orang-orang yang memetik daunnya sering bercerita padaku, pohon beringin itu sesungguhnya telah ada sejak raja Denpasar membangun Pura Dalem ini, bahkan raja bisa berdialog dengannya. Pohon itu juga bisa menceritakan asal-usul kerajaan Bali, bahkan dia juga konon bisa memberi tahu, perempuan tercantik yang harus dijadikan istri oleh raja untuk menambah kewibawaan,kekuasaan dan kejantanan. Masih kata orang-orang, pohon beringin itu bisa membunuh orang-orang yang ingin menguji kesaktiannya. Getahnya bisa membuat orang buta.
Ranting pohonnya bisa menjelma keris tajam yang siap menjatuhkan tubuhnya di jantung manusia, menghisap darah dan menyedot energi hidup. Aku menyukai pohon beringin itu. Sampai suatu hari, ketika aku menikah. Pohon itu tiba-tiba saja muncul di atas tubuhku. Dia ingin menindih tubuhku. Bahkan dari sorot matanya aku tahu dia ingin meremas dan membunuh lelakiku. Kulihat, akar-akarnya mulai mendekati ubun-ubun lelakiku. Aku ingin berteriak, membangunkan lelaki yang tertidur di sebelah kiriku. Lelakiku tetap diam, bahkan membalikkan tubuhnya.
***
Pagi-pagi aku terbangun. Setumpuk cucian piring, sisa nasi, sisa sayuran, dan sisa makanan kami. Tiga hari! Belum dicuci! Aku menutup mataku. Berjalan menuju ruang tamu, kakiku menyentuh benda asing, begitu lengket dan bau anyir. Itu muntahanku, memenuhi seluruh ruang tamuku. Bahkan kulihat kaki kursi dan meja tamu mengambang. Kelihatan sekali mereka jijik. Aku meraba kursi tamu, mereka merenggut tanganku. Lalu bersin, bau cat hampir saja membuatku muntah. Bantal kursiku melompat dan menutup mulutku, muntahanku kembali tertelan. Sekarang aku berbalik. Masih menutup mata. Aku ingin berada di belakang. Aku mencium bau apek, bau yang luar biasa. Pelan-pelan aku membuka mataku. Hyang Jagat! Setumpuk bajuku, dan baju lelakiku! Seminggu, dua minggu, tiga minggu? Aku tidak tahu berapa ratus hari baju-baju itu telah berada di tempat cucian.
Perutku yang membuncit terasa ingin meletus.
***
"Hal terbodoh yang dimiliki manusia adalah mencintai seseorang. Dan kau adalah makhluk bodoh, tolol, goblok! Sialnya lagi kamu perempuan! Dan kamu sedang menunjukkan pada dunia bahwa kau perempuan terhebat. Buktinya, kamu bisa menumbuhkan sepotong dagingmu dan daging lelakimu di perutmu. Kau bangga bisa membuat manusia? Sakitkah? Tidak nyamankah?"
Aku terdiam. Sambil tetap memejamkan mata berharap ada kekuatan gaib yang membantuku membersihkan rumahku. Membantu mencuci piring, mencuci baju, menyetrika, dan membersihkan sisa muntahanku yang tidak pernah di pel lelakiku, tiga bulan usia makhluk di perutku. Seumur itu juga muntahan di ruang tamu!
"Menjadi manusia itu sial! Coba kau putar otakmu. Ketika kau jatuh cinta, seluruh tubuhmu kau biarkan terbuka, kau berharap semua lelaki bisa dengan santai menghirup aroma keindahannya. Lalu, kau akan memberikan pada seorang lelaki. Juga atas nama cinta! Kau akan melayaninya, bahkan ketika lelaki itu meminta tubuhmu, kau dengan senang hati membuka kulitmu, membiarkan lelakimu itu menyantap tubuhmu. Lalu apa yang terjadi? Ketika lelakimu itu menyantap tubuhmu dengan sendok dan garpu. Membalikkan tubuhmu seperti ikan panggang, menusuk, mengerat dagingmu, lalu menelannya dengan rakus, sampai lelaki itu memekik. Apa yang kau dapat? Tubuhmu ditumbuhi daging, daging yang memiliki akar-akar kuat, menguras seluruh tubuhmu. Itukah hasilnya cinta? Untuk sepotong lelaki, kau korbankan tubuhmu, dagingmu!"
Aku terdiam, sambil tetap memejamkan mataku. Ya, kurasakan tulang-tulangmu sedikit menciut. Gumpalan daging dalam perutku seperti terus mendesak, sering juga dia melompat-lompat, membuatku mual. Dan kembali muntah. Seluruh makanan yang kumasukkan keluar, persis seperti yang kutelan. Lalu mana makanan untuk tubuhku? Sementara tiap malam lelakiku menyantap tubuhku lengkap dengan pisau, sendok, dan garpu. Kadang ditemani white wine terbaik. "Menjadi perempuan itu menurutku sudah kutukan. Kau tambah lagi dengan cinta. Memang kau sering katakan: Hidupku tidak akan lengkap, menjadi perempuan itu harus bisa mencintai, dan cinta itu harus jatuh ke sepotong lelaki, bukan makhluk lainnya, perempuan misalnya! Kau berteriak, dan menyadarkan dirimu sendiri. Kadang aku berpikir kau sedang berkata dan memaki dirimu sendiri. Tapi mencintai itu suatu keunikan. Kau pernah rasakan rasa seperti ini: jam yang tiba-tiba begitu lambat. Hidangan lezat yang hambar, atau kau tidak bisa tidur karena potongan lelaki itu muncul di seluruh ruangan yang kau kunjungi. Bahkan ketika kamu memejamkan mata. Hasilnya apa? Tubuhmu yang tambun. Rasa sakit yang terus mengerat daging di perutmu. Mual yang tak ada habisnya, tulang di pinggangmu yang mau patah! Atau sudah patah?"
Aku lelah. Tak ingin makan, tak ingin pulang. Dan, kupikir aku mulai merasa tak memiliki siapa pun. Tidak juga daging yang mulai tumbuh dan membesar di perutku. Kuseret tubuhku. Aku datang ke pohon beringin kesayanganku."Kau datang lagi kan? Bahagia?"
Aku terdiam, menjatuhkan tubuhku yang mulai membesar. Meluruskan kakiku, dan menyandarkan punggungku ke batang tubuh beringin itu.
***
Sebuah kelelahan yang dalam merusak seluruh akar-akar dalam otakku. Cucian piring yang menumpuk, baju-baju kotor, sampah di dapur, muntahanku yang memenuhi ruang tamu. Kamar tidur yang tidak pernah diganti seprainya. Korden-korden yang diselubungi debu. Taman-taman yang mulai dirambah alang-alang yang makin liar dan meninggi. Kaca-kaca jendela yang menghitam, genteng bocor, kasur bau apek.
Aku merebahkan tubuhku yang makin membesar, ku cium harum rumput. Ketika rasa lapar mengejarku. Daging dalam tubuhku makin menjadi-jadi, kurasakan daging itu mulai menggigit perutku, menguras seluruh simpanan lemak yang menggumpal di perutku.
Aku meringis, kutelan rontokan daun-daun beringin yang mulai membusuk, dan hampir menyelimuti tubuhku. Perutku makin membesar, bahkan daging yang di tanam oleh lelakiku makin menyusahkan.
Pelan-pelan aku mengangkat kakiku tinggi-tinggi. Aku mengambil pisau, ku potong kakiku, kukerat dagingnya. Darah segar menetes dan aku mengisapnya pelan-pelan.
Beratus-ratus tahun aku hidup dari sebuah kaki. Besoknya, kulihat sepotong tubuh lelakiku diusung orang-orang, wajahnya pucat, kain putih mengikat tubuhnya. Orang-orang melempar tubuhnya ke tanah. Aku bersembunyi di balik tumbukan daun beringinku.
Ketika senja datang, akar pohon beringin menguras tanah tempat lelaki di tanam. Seperti potongan kayu kering, lelakiku dihidangkan di depanku. Aku menyerahkan sebuah kakiku, dan lelaki itu menatap mataku, kuhidangkan potongan kakiku, dia mulai bergerak, dia mulai hidup dan bisa bernafas. Sebuah kaki kuberikan untuk sepotong lelaki yang pernah dibenamkan tanah.
Senja turun, dan jatuh menimpa kepalaku. Buntalan perutku meletus, sepotong daging meloncat dari tubuhku. Sepotong lelaki! Beringin itu mencengkeram tubuhku dengan akar-akarnya yang menggantung, lalu membenamkannya ke tanah. Aku berteriak. Mengamuk. Menyelamatkan potongan daging lelaki yang muncrat dari perutku. Dengan sisa kekuatanku, kubunuh pohon beringin itu. Kugigit tubuhnya, kumakan daun-daunnya sampai tak tersisa. Sampai orang-orang tidak pernah lagi bisa melihat tubuh pohon itu lagi. Aku puas, sambil menggendong potongan tubuh lelaki kecilku.
(Sumber : Media Indonesia Online)WAJAH SMANSA DULU
Ulang Tahun SJHC
pala Hiking Klub adalah Salah Satu Ekstra kurikuler diSMA Negeri 1 curup, Baru - baru ini SJHC Merayakan hari ulang tahun yang ke 19. Semoga dengan SJHC kedepannya menjadi ekstra yang lebih baik unggul dan memiliki anggota yang berdedikasi, bijak dan berprestasi disegala hal
Seandainya pohon bisa memberontak dan bicara tentunya ia bakal menjerit ketika ditebang, seadainya satwa liar itu bisa bicara tentunya ia bakal menyelamatkan hidupnya, namun kita sebagai manusia punya mulut, hati, telinga, otak malah diam saja melihat, mendengar jeritan-jeritan alam yang rusak ditangan kerakusan spesies manusia seperti kita ini. Apakah kita bangga dengan kekuasaan kita sendiri sementara kita telah melakukan bunuh diri secara perlahan bersama-sama oleh perbuatan kita sendiri.
Sebelum kita membahas pecinta alam dan kegiatannya mari kita pahami betul apa epistemologi dari “Pencinta Alam”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Cinta mempunyai empat makna, yakni, [1] ‘suka sekali’ ; ‘sayang benar’ ; [2] ‘kasih sekali’ ; terpikat’ ; terpikat ; [3] ‘ingin sekali’ ; berharap sekali ; ‘rindu’ ; dan [4] ‘susah hati ; risau’ (1993 -190). Yang artinya pencinta diberi makna ‘orang yang suka akan’ (h191). Selain itu kata alam yang diserap dari bahasa Arab, di Indonesia berkembang sehingga mempunyai tujuh makna. Ketujuh makna itu ialah [1] ‘segala ada yang dilangit dan dibumi’ ; [2] ‘lingkungan dan kehidupan’ ; [3] ‘segala sesuatu yang termasuk dalam satu lingkungan dan dianggap satu lingkungan dan dianggap sebagai satu keutuhan’ [4] ‘segala daya yang menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini [5] ‘yang bukan buatan manusia’ ; [6] ‘dunia’ ; dan [7] ‘kerajaan ; daerah ; negeri ‘ (h.22). Kalau kedua kata tersebut digabung maka arti dari pencinta alam adalah ‘orang yang sangat suka akan alam’.
Namun tidak disaat ini, pencinta alam yang sebenarnya hanya pantas ditunjukan pada masyarakat asli hutan, organisasi non pemerintah yang peduli terhadap lingkungan dan alam, individu yang peduli dengan lingkungan hidup lewat kemampuan yang dia bisa, seperti menanam pohon, membuang sampah tidak sembarangan, tidak memelihara satwa liar yang dilindungi UU, tidak menebang pohon ditaman nasional dan disekitar hutan lainnya, naik sepeda, menulis tentang lingkungan, membuat film tentang hutan dan kelestariannya, dan masih banyak lagi bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Makna ‘orang yang suka akan alam’ berarti manusia yang peduli dengan alam dan menjaga kelestariannya. Dengan menjaga kelesatariannya berarti ia membela nasib hutan dan satwa liar yang sedang mengalami kepunahan bukan berpetualang menantang andrenallin naik gunung, memanjat tebing, atau membuka jalur untuk latihan atau dengan bangga bisa menaklukan alam.
Sejarah memang harus dipelajari tentang pendirian pencinta alam yang motori almarhum Soe Hok Gie, Herman Lantang dan kawan-kawan. Di era 60-an memang terjadi pergolakan masa transisi kemerdekaan. Invansi politik praktis diluar kampus Universitas Indonesia lewat organisasi dan kesatuan aksi mahasiswa dari berbagai atribut dan ideologinya berusaha memasuki Universitas. Namun, Almarhum Soe dan rekan-rekannya tidak peduli dan menjadi kelompok yang tidak memihak dengan kemelut politik saat itu. Mereka lari ke gunung dan pergi ke tempat-tempat sepi terpencil. Kalau penulis menyimpulkan contemplasi ala raja-raja Jawa seperti pendeta-pendeta hinduisme. Mereka paham waktu itu posisi benar-benar terjepit. Kebersamaan dan pengalaman itulah lahir istilah pencinta alam, yaitu Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Prajnaparamita FSUI. Di Tahun 1971 nama Prajnaparamita dilepas diganti dengan Mapala UI. Alhasil bangsa yang euforia ini bermunculan organisasi pencinta alam baik dari kampus dan diluar kampus.
Kegiatan mereka hanya berlarian ke gunung, ke goa, ke tebing hanya untuk menikmati alam. Jaman abad ini sudah berubah namun masih ada saja organisasi pencinta alam baik dari kampus dan masyarakat yang bergiat untuk naik gunung, ke goa, arung jeram, ke tebing atau pendidikan seperti gaya militer, menggampar seenaknya calon peserta dengan alasan biar berdisiplin seperti militer. Padahal pendidikan ala militer dewasa ini dengan kekerasan sudah mulai dikurangi.
Pernah penulis mendengar cerita dari aktivis lingkungan dari negeri yang hutannya sudah hilang bahwa seandainya gunung itu dipenuhi sampah dan hutannya gundul, iklimnya panas, sungai dipenuhi limbah pabrik, tebing karst di bom dan batunya diambil untuk bahan lantai, meja, dan satwa liar yang eksotik punah seperti Harimau Jawa, Jalak Bali. Apakah organisasi pencinta alam baik itu dikampus maupun diluar kampus diam saja melihat itu semua.
Memang hutan Indonesia belum parah meski terlihat parah atau sungai-sungai masih belum tercemar hingga bisnis olah raga arus deras pun menjamur atau gunung masih ada tempat menarik meski jauh paling atas, goa-goa masih banyak yang bagus, tebing-tebing masih menjulang tinggi toh mereka hanya santai-santai saja atau tidak perduli sama sekali lebih mementingkan event-event kejuaraan atau pelatihan-pelatihan yang tidak ada hubungannya dengan makna dari pencinta alam. Sangat tragis benar.
Apa ada yang salah dari Almarhum Soe Hok Gie dan kawan-kawan lamanya hingga penerusnya hanya mementingkan kepuasaan sesaat atau kode etik pencinta alam Se-Indonesia yang syahkan bersama dalam gladian ke-4 yang setiap kegiatan wajib dibacakan setiap kegiatan seperti maksud dari pesannya Pencinta Alam Indonesia adalah sebagai dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kami kepada Tuhan, Bangsa dan Tanah Air. Dengan kesadarannya mereka (Pencinta Alam) menyatakan pada poin 2 yang isinya memelihara alam beserta isinya menjadi ucapan atau janji tanpa makna (Lip Service).
Namun hasilnya pun hutan tetap gundul, satwa liar makin lama makin punah, bencana lingkungan mulai bermunculan, bahkan pemanasan global yang dibicarakan setiap negara dan para aktifis lingkungan dari LSM dengan gencarnya mencari solusi. Sedangkan organisasi yang namanya Pencinta Alam belum menunjukan taringnya untuk peduli terhadap lingkungan. Bahkan hanya bisa dihitung oleh jari organisasi pencinta alam yang peduli terhadap lingkungan. Atau menurut saran respon dari pembaca tulisan Quo Vadis Pecinta Alam yang ditulis penulis mending diganti saja nama pencinta alam dengan nama jenis petualang. Biar tidak terjadi pembiasan makna dari kata Pencinta Alam.
Alhasil, makin sepinya minat pemuda sekarang untuk masuk organisasi pencinta alam. Tradisi lama masih dipakai tidak ada formulasi-formulasi baru untuk merefleksikan kegiatan-kegiatannya. Atau organisasi pencinta alam dewasa ini telah bangga dengan “establishment” (kemapanan). Kebiasaan-kebiasaan lama yang harus ditinggalkan malah terus diulang-ulang saja seperti pendidikan dengan kekerasan atau perbedaan yang antara senior dan yunior, pendendaman akibat dari pendidikan yang keras, menebang pohon untuk simulasi SAR, atau pembukaan jalur. Meski kecil namun tetap saja kita memberikan pendidikan yang tidak baik terhadap masyarakat sekitar gunung atau hutan.
Pernah penulis ditanya saat masuk organisasi mahasiswa pencinta alam waktu masih kuliah dulu oleh senior, apa tujuan anda masuk pencinta alam? Penulis menjawab ingin mengenal alam lebih dekat. Namun, ketika pendidikan tidak dikenalkan dengan alam malah disiksa di bentak meski tidak ada kekerasan fisik, membuka jalur hutan dengan parang seperti kesatria.
Ironisnya, bencana-bencana alam tidak separah di jaman itu. Namun saat ini kita mendengar dan merasakan dampak dari penyakit lingkungan seperti pemanasan global, banjir, longsor, tsunami, belum lagi penyakit-penyakit aneh lainnya. Apa kita sebagai pencinta alam terus merenung naik gunung?Apa kita sebagai pencinta alam masih saja manjat memenuhi kepuasaan jiwa? Apa kita sebagai pencinta alam terus menelusuri goa?Apa kita sebagai pencinta alam terus pergi keriam berarung jeram melintasi sungai?Apa kita sebagai pencinta alam bangga dengan ucapan sebagai penikmat alam? Waktunya kita bergabung dan belajar dari organisasi-organisasi non pemerintah, masyarakat dengan kearifan tradisional sekitar hutan yang peduli terhadap lingkungan untuk melakukan sinergi bersama mencari solusi tentang kerusakan alam. Ini tugas semua pencinta alam Indonesia di abad 21 ini. Waktunya meninggalkan dunia petualang. Take Action Now!
Penggeladian SJHC ' 2008
Tahun ini menerima anggota baru yang dan telah melaksanakan penggeladian anggota baru Tanggal 23 November 2008 Dilaksanakan di Kawasan Sawah Terbis dan sungai Musi. Jumalah Peserta yang mengikuti penggeladian tahun ini sebanyak 15 orang terdiri dari 11 orang kelas X dan 4 orang kelas XI.
Peserta dan Panitia Pelaksanaan Penggeladian SJHC '2008
TEATER PETAS
Proses perkembangan teater ini merupakan hasil tarik menarik sebuah alkuturasi dari berbagai komponen yang kompleks. Sebuah karya teater terbentuk karena di dalamnya memiliki dimensi dan esensi yang lebih dalam. Imajinasi dan kreativitas manusia menjadikan seni itu memiliki nilai, sehingga dapat diapresiasi / dinikmati oleh masyarakat luas.
Sabrehna diambil dari bahasa Sunda yang artinya seadanya, senyatanya. Sabrehna dalam teater kami adalah konsep teater yang tercipta dari hasil percampuran berbagai konsepsi teater yang sudah ada, kemudian diramu kembali dengan hasil penemuan-penemuan sendiri dari pengalaman selama berproses, hingga terlahir satu bentuk teater yang tidak dikatagorikan lagi sebagai penganut mazhab tertentu (Stanislavky-an, Brecht-an, grotovsky-an atau Artaud-an dan lainnya lagi). Sabrehna (senyatanya) apa yang dilihat, sabrehna (senyatanya) apa yang di pikirkan, sabrehna (senyatanya) apa yang dirasakan dan sabrehna (senyatanya) apa yang digerakan, dalam koridor penuh kesadaran tanpa mengesampikan etika dan kekuatan estetik sebagai pertanggungjawaban kepada publik. Perlakuan seperti itu dilakukan bukan berarti menyepelekan mazhab-mazhab teater yang sudah ada, tapi lebih pada kekhawatiran kami terjebak dalam pergulatan mazhab. Juga pertibangan akan tidak bisa sepenuhnya mengikuti metode mereka, realis tidak bisa seutuhnya realisme, Artaud tidak seutuhnya Artaud, Brecht tidak seutuhnya Brecht.
Adapun spirit Brecht dijadikan acuan dasar, ini lebih karena konsep Brecht memiliki keunikan yang hampir sama dengan spirit Longser yang akrab dengan kehidupan kami. Kalaulah boleh, kami katakan keunikan Longser dengan istilah "main-main dalam bermain, tapi tidak main-main" atau "bermain-main dalam kesungguhan, bersungguh-sungguh dalam bermain". Artinya ada kesungguhan atau kesangupan bahwa sang pemain sedang bermain dan adanya kesadaran untuk berkomunikasi dengan publik. Terakhir, besar harapan konsep ini menjadi wacana lokal yang mampu menembus dunia global.Profil Gue
- BERHAYAL ITU INDAH
- Curup, BENGKULU, Indonesia
- Saya Adalah saya dan saya takkan pernah mengubah diri saya menjadi dirimu apalagi harus menjadi seperti dirimu...... Saya Mengajar disalah satu SMA Negeri di Kabupaten Rejang Lebong, Suatu pekerjaan tidak akan sempurna tanpa rencana, namun rencana tampa pekerjaan hasinya NOL Besar
Ayo bergabung Di SC3
Alamat Plus
Tau diri dong
Ayo Buruan Gabung Disini :
Kamus
Pilihan
- Pengumuman Bimbel New
- Pendaftaran Bimbel Three
- Pengumuman Remidial
- Sosok Yang Terlupakan
- Pengumuman
- 2009
- Cerpen "Egois"
- Selamat Datang
- Galeri
- Wajah KU Dulu
- HUT SJHC KE-19
- Penggeladian SJHC ke - 19
- Teater Petas
- Kita Berbeda
- Alam Rejang Rebong
- Pariwisata
- IPA Atau IPS
- Kebiasaan
- Keinginan
- Bersantai
- Pesan - Kesan













